Murenut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabridge, atruan hruuf dlaam
ktaa tiadk penitng. Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa
tepmatyna. Siasyna bsia dtiluis bernataakn, teatp ktia daapt
mebmacayna. Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa huurf per
hruuf, nmaun ktaa per ktaa.
Laur bisaa kan?
Ah, trenayta ktia pinatr, ya ?
12.2.07
5.2.07
Embroideries
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Comics & Graphic Novels |
| Author: | Marjane Satrapi |
>> Kenapa saya membeli buku ini?
1. Desain sampul yang berbeda sendiri di antara deretan buku-buku chicklit/teenlit. Saya suka karena kesan klasiknya. Sekilas frame-nya seperti menampilkan sosok tokoh perempuan dalam roman angkatan Balai Pustaka/Pujangga Baru. Atau mungkin frame-nya mengingatkan saya pada cermin yang biasa dipakai mamanya Sadako menyisir rambut.
So, in this case you are very welcome to judge a book by its cover!
2. Sewaktu masih disegel terdapat stiker 'Graphic Novel' dan 'Dewasa'. Alasan pasti kenapa saya harus punya.
3. Marjane Satrapi, adalah wanita Iran yang terkenal dengan karya sebelumnya, Persepolis, kini selain menulis juga merangkap sebagai juru gambar untuk buku ini. Sebenarnya saya sendiri pun belum pernah membaca Persepolis, namun sedemikian populernya buku itu sehingga nama si pengarang sudah terdoktrin dalam otak saya. Sehingga ketika kemudian saya ngeceng [halah ngeceng!] ke toko buku dan melihat ada buku karya Marjane Satrapi, seketika hormon endorfin saya bergejolak. Beli! Beli! Beli!
4. Kebetulan saya sedang perlu buku bacaan yang ringan, tapi tidak dangkal. Tidak berat, tapi bermakna dan membuka wawasan [beuh bahasanya!].
>> Bagaimana isinya?
Membaca isinya serasa melihat serial 'Sex & The City' dalam versi cetak (dan versi Iran tentunya). Lugas, berani, didukung gambar-gambar yang sebenarnya 'tidak indah dan di luar pakem', namun kocak menurut saya.
Intinya buku ini menggambarkan sekelompok wanita Iran tiga generasi yang berkumpul dan curhat habis2an tentang masalah mereka. Tidak ada tabu atau sensor di sini: tentang cinta, keluarga, seks, keperawanan, kulit sunat, penis, hingga 'bordir' vagina agar kembali perawan, semuanya gamblang diceritakan di sini.
Saya bisa menangkap maksud sang penulis yang menggambarkan adanya kesenjangan budaya dan moralitas masa kini (khususnya di Iran, tapi umumnya bisa terjadi dimana saja termasuk Indonesia) yang uniknya digambarkan dengan ringan dan menghibur.
Overall saya puas dan menikmati!
4.2.07
3 Februari, Sungaiku Sayang Sungaiku Garang
bogor hujan sudah biasa. bogor macet sudah biasa, apalagi di akhir pekan. tapi hari ini memang luar biasa. setelah terjebak kemacetan yang tidak wajar di sepanjang jalan kota bogor, saya menyaksikan sendiri meluapnya sungai ciliwung siang itu.
respon penduduk setempat beragam. ada yang panik dan mulai mengemasi barang-barangnya. ada yang cuma berdiri termangu di bawah rinai hujan. ada yang foto-foto untuk liputan (saya contohnya). ada tukang mie ayam yang sengaja mangkal di gardu kosong tepi sungai, sehingga pembeli dapat leyeh-leyeh menikmati dagangannya di sana sambil menyaksikan air bah dari dekat. ada yang saling bertukar berita seperti: "jembatan dekat jambu dua amblas!" atau "bantar kemang kelelep!" atau "ada angkot kebawa arus! kebayang deh warga yang kebanjiran setelah surut nanti terkaget-kaget melihat ada angkot nangkring di rumahnya!" dan berita-berita penting gak penting lainnya.
hujan deras yang sesekali turun membuat saya pesimis jika luapan ciliwung akan cepat surut. saya, biarpun terlihat 'excited' wira-wiri di tepian sungai sambil bawa kamera, terus terang merasa takut akan nasib jakarta yang sudah terlebih dahulu kebanjiran. di bogor saja dampaknya sudah begini, apa jadinya nanti setelah air bah ini sampai ibukota?
hari sudah sore ketika radio mengumumkan bahwa ada beberapa jalan di kota bogor yang terputus disertai pemadaman listrik. bahwa jakarta harus siaga satu nanti malam. sementara hujan deras turun lagi.
baru kali ini saya bermurung diri menyaksikan rinainya...
26.1.07
Makhluk Yang Aneh
...dan saya pun bertutur
manusia punggung tinggal seorang diri di gudang tua
hidup di antara ruang-ruang mati
gelap dan hampa
tempo hari saya berkunjung ke kediamannya
purnama dan bintang-bintang di langit sana
tak tampak lagi ketika kami masuk ke dalamnya
...dan adik saya pun bertutur
lihat tidak, ketika kami datang
dan membuka pintu gudang
ada yang keluar meradang
hanya saja kami tak memandang
sesosok pucat kurus kering
leher patah ke samping
berjalan miring sepanjang dinding
cepat seperti kepiting
...dan manusia punggung pun bertutur
oh, pastinya penghuni pohon depan gudang
rambutnya lebat terurai panjang
tubuhnya gemertak seperti patah tulang
mungkinkah sadako yang sedang bertualang
...dan adik saya pun bertutur
ya, dan dia kini sedang memandangi kita
dari balik rimbun pohon yang disinari purnama
maka lekaslah kita pulang
biar manusia punggung yang menghadang
...
..
.
angin dingin menusuk dibawah purnama ketika kami beranjak meninggalkan gudang tua, manusia punggung, dan sosok penghuni pohon itu
manusia punggung tinggal seorang diri di gudang tua
hidup di antara ruang-ruang mati
gelap dan hampa
tempo hari saya berkunjung ke kediamannya
purnama dan bintang-bintang di langit sana
tak tampak lagi ketika kami masuk ke dalamnya
...dan adik saya pun bertutur
lihat tidak, ketika kami datang
dan membuka pintu gudang
ada yang keluar meradang
hanya saja kami tak memandang
sesosok pucat kurus kering
leher patah ke samping
berjalan miring sepanjang dinding
cepat seperti kepiting
...dan manusia punggung pun bertutur
oh, pastinya penghuni pohon depan gudang
rambutnya lebat terurai panjang
tubuhnya gemertak seperti patah tulang
mungkinkah sadako yang sedang bertualang
...dan adik saya pun bertutur
ya, dan dia kini sedang memandangi kita
dari balik rimbun pohon yang disinari purnama
maka lekaslah kita pulang
biar manusia punggung yang menghadang
...
..
.
angin dingin menusuk dibawah purnama ketika kami beranjak meninggalkan gudang tua, manusia punggung, dan sosok penghuni pohon itu
17.12.06
22.11.06
Alter Ego
letih
hening
hampa
...
si bocah berkerjap mata
haruskah ia muncul kembali
kenapa ia harus muncul kembali
si bocah mencari
bijak dimana?
riang kemana?
tekad mana?
si bocah pun tergugu
hanya jiwa yang menjawab
mereka lelah, nak
biarkan jeda sejenak
si bocah terisak
tapi kenapa aku yang dipanggil
jika mereka lelah?
pertanyaan tentang hidup
terkadang begitu berat, nak
hanya kau yang tanpa beban
bisa menghadapi hidup
aku kesepian
airmata si bocah menitik
menangislah, nak
sekedar mengingatkan ke-aku-an
bahwa kita hanya manusia
bahwa tubuh hanya fana
...
ketika bijak, riang, tekad telah kembali
si bocah sudah tidak ada
ia sedang dalam buaian, sahut jiwa
ayo, sekarang kalian kembali bekerja
hadapi hidup dengan semangat, ya
...
hening
hampa
...
si bocah berkerjap mata
haruskah ia muncul kembali
kenapa ia harus muncul kembali
si bocah mencari
bijak dimana?
riang kemana?
tekad mana?
si bocah pun tergugu
hanya jiwa yang menjawab
mereka lelah, nak
biarkan jeda sejenak
si bocah terisak
tapi kenapa aku yang dipanggil
jika mereka lelah?
pertanyaan tentang hidup
terkadang begitu berat, nak
hanya kau yang tanpa beban
bisa menghadapi hidup
aku kesepian
airmata si bocah menitik
menangislah, nak
sekedar mengingatkan ke-aku-an
bahwa kita hanya manusia
bahwa tubuh hanya fana
...
ketika bijak, riang, tekad telah kembali
si bocah sudah tidak ada
ia sedang dalam buaian, sahut jiwa
ayo, sekarang kalian kembali bekerja
hadapi hidup dengan semangat, ya
...
13.11.06
Subscribe to:
Posts (Atom)