6.8.08

1.7.08

Jadi-Jadian

Selebaran itu saya temukan di bawah meja kerja. Sehelai leaflet promo untuk film Kun Fayakuun yang dibintangi oleh Agus Kuncoro dan Desi Ratnasari.

Haji Dhony sahabat saya sejak SMP,suatu hari saya main ke kantornya,dan diceritakan tentang film "Kunfayakuun".Subhanallah,sesampainya di rumah,apa yg diceritakan tentang kekuatan sholat wajib yang tepat waktu,sholat tahajjud,dhuha,puasa senin kamis dan sedekah,pelan-pelan saya terapin pada diri saya dan istri,saya mendengar resensi film "Kunfayakuun" yang begitu menginspirasi saya.Maka cara saya berdoa pun berubah.Apa yang saya inginkan saya sebutkan di saat saya berdoa kepada Allah.Alhasil,6 bulan kemudian,apa yang saya ucapkan dalam doa,diberikan oleh Allah SWT.Alhamdulillah sekarang saya punya mobil impian saya.BMW.
b. subagja - SUTRADARA KLIP

Testimoni itu berjudul "Doa untuk Mobil Impian". Ada pula testimoni lainnya tentang doa yang terkabul untuk mempunyai rumah mewah, dan juga kesaksian seorang kru film "Kun Fayakuun" yang akhirnya berjodoh dengan istri cantik dan berjilbab setelah dia mengamalkan ibadah dengan tekun.

Apa yang kemudian membuat saya leng-geleng-geleng-kepala setelah membaca leaflet tsb?
(beri tanda silang pada kalimat yang tepat)

( ) banyak nyamuk sama laler ijo
( ) lagi dengerin lagu Metal Vs Dugem-nya Project Pop
(X) adanya kerancuan tentang shalat/beribadah demi pamrih duniawi
(X) bahwa doa pasti dikabulkan (meminta BMW/rumah mewah/istri cantik & berjilbab)
(X) lagipula kenapa harus cantik & berjilbab? bukankah lebih baik jika cantik & salehah?
(X) tata bahasa yang kacau (EYD nggak, gaul nggak) termasuk kaidah penulisannya
(X) Desi Ratnasari berperan sbg orang miskin tapi teteup tampil dgn make-up lengkap
( ) karena brosur seindah itu tergeletak begitu saja di bawah meja kerja
( ) ya amplop, emangnya lagi ngapain sih di bawah meja kerja? ;p
( ) lainnya.....

Overall, adalah keagungan Allah SWT untuk menjadikan apapun itu, ada dari tiada, mungkin dari tidak mungkin, fana jadi nyata. Apa yang terjadi terjadilah, tapi yang jelas bukan begini cara pengejawantahan kebesaran-Nya dalam bentuk promo film!

Btw, ada yg pernah nonton filmnya? Tell me about it...

29.4.08

Lil Gal

Anak perempuan itu mendatangi meja kami. Kulit kecoklatan dengan raut muka memelas. Jilbab hitam menutupi rambut.

Semula kami hanya memberi isyarat tangan 'no, thank you', karena sebelumnya sudah banyak pengamen dan peminta sumbangan yang datang menghampiri sehingga lama-lama kami bosan dan kehabisan uang receh.

Anak perempuan itu tetap bertahan di ujung meja.

Sekali lagi kami memberi isyarat 'tidak, terima kasih' supaya ia lekas pergi.

Ia tetap tak bergeming.

Kami yang sedang makan cuma saling pandang sejenak, lalu kembali meneruskan santapan. Ya sudah, kalau tak mau pergi biarkan ia tetap disana.

Tiba-tiba meja kami berguncang bagai dilanda gempa skala rendah.

Anak perempuan itu, di ujung meja, terisak-isak dan berlinang airmata, tangannya menggoyang2kan meja seakan menginginkan seluruh perhatian kami tertumpah padanya. Look at me! I'm so small and hopeless. Please give me some money!

Kami yang sedang makan kembali saling pandang.
Mungkin anak perempuan itu kelaparan.
Masih ada makanan berlebih, nanti kita beri dia saja.
Tapi ia tidak tampak lapar.
Pokoknya jangan beri dia uang, pasti nanti akan disetorkan pada koordinatornya.
Ataukah kita memang harus memberi dia uang, karena tampaknya anak itu dikejar target setoran sampai menangis-nangis begitu.


Lewat tatapan mata dan isyarat tangan kami berdiskusi sejenak, lalu seorang kawan mencoba mengajak bicara pada anak perempuan putus asa itu.

"Adik duduk sini, ikut makan sama kita, tapi jangan goyang2 meja lagi ya..."

Anak perempuan itu diam saja. Mengabaikan tak mengindahkan.

Namun tak lama kemudian dia kembali menangis dan meja kami kembali diguncang2.
Kawan saya hampir hilang kesabaran. "Adik duduk sini! Ikut makan! Tapi jangan goyang2 meja!"

Dia pun terdiam.





Lama.





Sampai akhirnya dia berlari meninggalkan meja kami sambil berteriak lantang:
"MONYEEEEEEEEEEET!!!!!!!!!"





:(






Empati berganti antipati.



22.4.08

Transgendered


Kupandangi kuku jari kelingking yang berpoles ungu. Sejenak sesal kenapa bukan jari tengah saja yang diwarnai, agar bisa dipakai memaki namun tetap trendi.








beberapa saat sebelumnya







Kucelupkan jari di wadah tinta dengan geram hingga nyaris tumpah.







beberapa saat sebelumnya







Kumasukkan lipatan kertas itu ke dalam kotak. Bagai membayar ongkos kamar kecil seusai buang hajat. Bapak tua penunggu kotak itu--mungkin tersenyum mungkin tidak--bagaikan siluet sahaja di mataku karena tubuhnya memunggungi sinar mentari.







beberapa saat sebelumnya







Di bilik mungil itu kulampiaskan semua.
Kubuka dan kurentangkan lebar-lebar apa yang ada di hadapanku.
Tusuk!
Tusuk!
Tusuk!
Lalu kurapikan sekenanya.








beberapa saat sebelumnya







"Berarti suara saya tidak sah dong, pak!" cetusku dongkol.
"Sah kok, gak apa-apa," sahut petugas itu, tampak malu hati karena lembaran data di hadapannya ternyata tidak valid. Dia malah menyorongkan kartu pemilih agar selekasnya aku menyoblos.







beberapa saat sebelumnya







Petugas itu lantang menyebut namaku dari daftar pemilih yang ada di hadapannya, "Ibu fulan bin fulan!"
Aku terkaget-kaget. Bujubuneng, kenapa nama gw jadi ada tambahan 'ibu'?
"Bapak fulan bin fulan, kali!" ralatku yang langsung disambut tawa berderai pengunjung TPS.







beberapa saat sebelumnya







Tampaknya memang terdapat kekeliruan cetak di biodata pemilih pilkada yang baru lewat. Kesalahan vital karena menyangkut alat vital. Di situ tertera kalau jenis kelaminku perempuan.







Bleh, sejak kapan gw ganti kelamin?!
*^">~&$^&*(@!#$

17.3.08

AADAAC

...alias Ada Apa Dengan Ayat Ayat Cinta. Walaupun saya belum pernah menonton filmnya, tapi ada satu komentar teman yang membuat saya tergubrak-gubrak mendengarnya: "kambing".

Di balik semua pujian seputih salju atau kecaman setajam silet tentang film AAC, teman saya ini cuma merasa terganggu oleh penampakan kambing di film tersebut. Kenapa? Katanya itu kambing Indonesia, dan dia bersikeras bahwa kambing yang tinggal di luar negeri itu sosoknya berbeda.

"Kan syuting di India, berarti mereka memakai figuran kambing India dong," sergah saya.

"I can tell! " teman saya meyakinkan. Katanya kambing luar negeri itu lebih modelesque (meminjam padanan kata yang menggambarkan kaki jenjang kuat dan struktur tubuh yang kokoh), selain itu berbeda pula dalam hal corak dan struktur kulit, juga odor alias aroma tubuh.

Olala, bau badan kambing juga berbeda ya?

"Seharusnya," dia meneruskan tanpa mengindahkan ledekan saya, "Hanung mengambil gambar kambing gurun, atau kambing yang biasa hidup di tebing."

Well-well, omongan teman saya itu sedikit banyak memengaruhi persepsi saya tentang kambing selama ini. Mungkin saja kambing di Mesir/Timur Tengah itu memang berbeda daripada kambing di India/Indonesia. Sesuai kultur timur, kambing di sini pastinya lebih ramah dan murah senyum dunk...


















si kambing diunduh dari sini

Enuff said . Kembali ke topik AAC, kunjungan terakhir saya ke toko buku mencatat perkembangan signifikan akan maraknya buku-buku bertema serupa:

Bait Bait Cinta
Dzikir Dzikir Cinta
Sabda Sabda Cinta
Kasidah Kasidah Cinta

Selanjutnya apa lagi??? Terlepas dari isi buku-buku tersebut yang mungkin saja lebih indah dari buku Ayat Ayat Cinta, saya cuma mau bilang: "Kreatif dikit, nape?"

Mendingan juga makan sate kambing!

27.2.08

Unlocking The Code

Salut! Lagi remaja Indonesia berprestasi menciptakan kode enkripsi yang bakalan sulit untuk dipecahkan bahkan oleh agen sekaliber CIA/FBI sekalipun.

Terakhir, saya juga berkesempatan membaca pesan yang berisi kode tersebut, dan sumpah usaha saya untuk menerjemahkannya malah bikin mata siwer dan kepala puyeng. Dijamin ahli bahasa seperti JS Badudu pun bakal dibikin nangis sambil kayang dibuatnya.



Ass. KL0 w Mc J9n di an9kT yE... W m0 dEn9R nssP NA nEeh,, bTw nEeh judL nyE pe N n0pz kodE L9u nyE brPe? maAp yE lo 9N66u,, s x lg! MaAp... 6a pa" kN... l3Z GpL!



Ladies & gentlemen, could you please translate 'em for me. Kalo bisa jago!

14.2.08

STIFF: OtoMAYATis Romantis

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Science
Author:Mary Roach
Satu lagi buku seru yang dapat menambah khazanah pengetahuan kita. Tentang MAYAT! Cocok dibaca berdua si dia di sofa empuk berteman penganan nikmat dan coklat hangat sementara hujan deras menderai di atap ;p

Beberapa bahasan menarik di dalam buku ini:
1. Mau ikut kursus penyegaran anatomi wajah dan face-lift? Sayang, hanya terbatas untuk para ahli bedah kecantikan ternama di AS, dan pastinya mahal karena mereka berpraktek menggunakan penggalan kepala mayat segar.

HER: "Emang kepala mayat mahal ya, Mas?"
HIM: "Kayaknya. Kepala kakap aja mahal kalo di restoran Padang, tapi enak lho!"
HER: "Gembuuuul!"


2. Piknik yuk di lereng bukit Knoxville di Tennessee. Di hamparan rumputnya banyak yang sedang berbaring berjemur, atau kadang berteduh di bawah rimbun pepohonan. Mereka adalah mayat2 manusia yang dibiarkan membusuk, ada yang telanjang, ada yang berbusana lengkap, ada yang dikubur dangkal, ada yang ditanam dalam beton, ada yang dibungkus kantong plastik, dll. Semua ini adalah ladang penelitian bagi para ahli ilmu forensik.

HER: "Mas, aku takut..."
HIM memanfaatkan kesempatan ini dengan cerdas ;p


3. Cangkok kepala? Sudah pernah berhasil dilakukan pada hewan2 percobaan. Cangkok kepala manusia? Hmmm beberapa percobaan ekstrim pernah dilakukan sejak abad pertengahan. Masalahnya hingga kini para ahli bedah belum dapat  menyambung saraf tulang belakang dengan kepala donor. Jika di masa depan hal itu dapat dilakukan, OMG, mungkin hal ini bakal jadi kontroversi terheboh setelah teknologi kloning manusia. Well, we'll see.

HER: "Mas, lucu kali ya, kalo di masa depan kepalaku dicangkok ke badan Angelina Jolie."
HIM: "Iya say, tapi bisa aja pada saat itu Angelina Jolie udah jadi nenek2 keriput."
HER: "Huuh, ini kan cuma pengandaian..."
HIM: "Iya say, iya. Kalo gitu Mas juga mau ganti bodi sama yang lebih padat berisi: Pamela Anderson!"


4. Cemilan menyehatkan abad 12: gula2 manusia. Dalam artian sebenarnya lho, yaitu mayat manusia (umumnya kakek2) yang direndam dalam madu selama 100 tahun. Niscaya ampuh untuk menyembuhkan borok/luka. Cukup dimakan sedikit2 saja, sehingga dapat juga menjadi kudapan ringan bersama keluarga tercinta.

HER: "Kudapan ringan? KUDAPAN RINGAN? PAKE DAGING MAYAT?"
HIM: "Ehm, mendingan icip2 daging hidup ya, say..."
PLAK!!!


5. Promesa, adalah sebuah perusahaan pupuk di Swedia yang tengah mengembangkan pembuatan kompos organik berteknologi tinggi. Bahannya? Mayat manusia. Dibekukan lalu dicacah dan digiling. Ya, kasarnya begitu. Bagaimanapun, tindakan ini sudah mendapat restu dari Raja Carl Gustav dan Gereja Swedia.

HIM: "Pindah kesana yuk!"
HER: "Kyaaaa, hijrah ke Swedia?"
HIM: "Bukan, kita pindah ke depan perapian. Di sini dingin, sayang."
HER menatap HIM penuh cinta. Lalu ikutan pindah ngejogrok di depan tungku kayu bakar sambil nunggu rebusan singkong matang.


6. Pada abad 18, untuk membangunkan kembali orang yang mati suri, digunakan berbagai teknik mutakhir pada saat itu: telapak kaki diiris silet, jarum ditusukkan di balik kuku, besi panas dimasukkan lewat 'jalan belakang', sampai penggunaan alat penjepit puting dengan berbagai variasi. Berminat?

HIM: "Hahaha, kalo jepit2 puting sih aye juga doyan!"
HER toyor HIM pake linggis.


7. Sekilas kremasi:
Kulit dan rambut dalam sekejap hangus terbakar. Penggumpalan panas protein otot menyebabkan otot berkontraksi sehingga tubuh seolah2 menekuk. Penghancuran jaringan lunak berangsur-angsur memperlihatkan bagian2 kerangka. Telah diamati bahwa otak terutama tahan terhadap pembakaran selama kremasi, bahkan ketika ruang tengkorak telah hancur berkeping2, otak terlihat seperti bongkahan gelap yang agak lengket. Akhirnya tulang punggung tampak setelah organ2 menghilang,  tulangnya putih berkilauan dalam api dan kerangkanya pecah berantakan...

HER: "Ngomong2 kremasi, jadi pengen dikramasi..."
HIM: "Krembong di salon maksut yey? Hyuuuuk ya yuuuuk..."


Buku ini memang berbeza!