[1]
Mmmmmh.... mmmmh.... waktu kecil saya pernah ilang di bonbin Ragunan.
[2]
Pernah semasa kecil, sewaktu gigi susu saya tanggal, ibu segera menyodorkan segelas kecil minuman yang ada di meja.
"Panas!" protes saya tatkala cairan itu mengalir di tenggorokan.
"Ga pa pa, teh panas kan enak!" desak ibu sebelum ke dapur membuatkan air garam untuk berkumur.
Glek! Saya masih coba memprotes namun tak ayal beberapa teguk tertelan. Rasanya seisi mulut bagai terbakar.
Kemudian datang bapak, dan dengan murka beliau berseru, "ITU WHISKY KENAPA KAMU MINUM?!?!"
*gubrax*
[3]
Semasa kanak, saya juga pernah mencuri dua potong somay (dibagi berdua loh sama adik). Ceritanya pada waktu si tukang somay pergi ke warung sebelah untuk menukar uang kembalian, saya dan adik tergoda untuk mencicipi kembali potongan somay ikan yang harum gurih lembut itu.
Settt! Settt! Dalam sekejap dua potong somay sudah bersarang di mulut dua anak manis yang gembil lucu innocent dengan mata polos berbinar2. Semua terjadi tanpa rencana.
Tukang somay pun kembali, dan setelah menerima uang kembalian, kami pun berlari riang.
Moral of the story: jangan tertipu sama penampilan! Wkkkk :D
[4]
Saya pernah punya kolam ikan kecil buatan sendiri di pekarangan rumah, yang diisi oleh anak2 ikan mas mungil, juga udang yang saya tangkapi di sungai. Saya rajin sekali menguras kolam tsb, lalu menyusun kembali bebatuan, pasir, dan atribut lainnnya, kemudian saya isi lagi kolamnya dengan air ledeng. Saya juga punya komplek pemakaman sendiri buat menguburkan ikan2 mas yang mati (hiiiiy, kok jadi inget Ryan ya?)
[5]
Saya besar kepala, dalam arti sebenarnya. Saya tak pernah pakai kopiah karena ukurannya tidak pernah ada yang muat. Sewaktu kecil kepala saya seringkali terbentur sesuatu hingga benjol-benjol. Mungkin karena sering terbentur itulah maka tengkorak kepala saya menebal untuk melindungi jaringan di dalamnya, sehingga otomatis ukuran kepala pun membesar.
Hey, think positive, man! :)
[6]
Saya mengenal dunia remang2 sejak pertama duduk di bangku SMP. Seminggu setelah masa orientasi siswa baru, teman saya "N" divonis hamil (bukan oleh saya, waktu itu puber pun belum!). Sembilan bulan kemudian, kami siswa kelas satu SMP yang masih lugu dan bau kencur itu datang beramai-ramai menjenguk "N" yang baru melahirkan anaknya.
Dan inilah kesan pertama saya tentang dunia remang2: so scary, so sad.
Ternyata tempat tinggal teman kami bukan berupa rumah, melainkan deretan kios kosong di belakang pasar. Suasananya remang. Aromanya pengap. Musiknya orkes dangdut. Banyak om2 bertampang seram dan bertato duduk nongkrong disana. Seorang wanita paruh baya, mulutnya nyinyir beraroma minuman keras, dengan lantang menyuruh kami meninggalkan tempat itu karena "N" tak bisa dijenguk. Wanita itu ibunya.
Kami tidak pernah mengetahui nasib "N" selanjutnya karena ia tidak pernah kembali ke sekolah.. :(
[7]
I was a "D" addict once in high school. Maksudnya, saya ketagihan huruf D. Maksudnya, saya suka mengencani gadis-gadis berinisial "D", dan ini terjadi di luar nalar saya (atau mungkin hal ini memang kebetulan yang sangat kebetulan saja).
Sebut saja ada
D1: cerdas, jago bahasa Inggris
D2: manis manja berlesung pipit
D3: rada misterius, anak kolong
D4: penuh perhatian, anak pak camat
Kalau kemudian kenapa saya sampai dipanggil wali kelas karena hal ini, ternyata ada pengaduan dari gadis berinisial "E" yang tampak cemburu karena tidak bakal dapat perhatian dari saya. Hahaha sampai segitunya!
*tersipu jumawa*
[8]
Dulu saya paling OBE (ogah-bete-emoh) sama Nike Ardilla dan semua lagu2nya. Tapi sekarang, setiap kunjungan ke karaoke, saya tak pernah lupa mengetikkan keyword 'Nike Ardilla' dalam pencarian lagu. Sampe2 rekan karaoke menjuluki saya Aldilla.
Talk about karma, ehh?
[9]
First time in blue? Atau tepatnya kali pertama nonton blue film? Terjadi setelah saya menginjakkan kaki di ibukota tuk mencari nafkah. Tepatnya nonton bokep bareng rekan-rekan sekantor pada saat lunch time. Bah! Pergaulan metropolis telah menjerumuskankuh!
[10]
A brief story about my very first experience in sea diving:
Laut sedikit keruh saat itu. Aku merasa sejuk. Cahaya matahari membentuk larik-larik simetris yang menembus kedalaman air. Plankton dan partikel kecil lainnya tampak memenuhi ruang di sekelilingku. Mereka bergerak pelahan mengikuti arus. Seperti halnya tubuhku. Hanyut terbawa arus. Tubuhku hanyut.
Aku menggapai-gapai. Tubuhku di sana.
Aku melihat tubuhku hanyut.
Aku melihat tubuhku.
Hanyut.
Semesta menarik kesadaranku kembali oleh tangis ibu yang tersedu-sedu. Aku telah kembali ke daratan, terbujur lemah di atas pasir, pucat bertelanjang dada. Aku telah kembali bersama tubuhku. utuh.
Aku. 4 tahun. Pantai Ancol.
16.9.08
12.9.08
Tanya Kenapa
Kalau memang sudah putus, kenapa harus menghindar?
Kalau memang menghindar, berarti belum tentu sudah putus kan?
Kalau memang menghindar, berarti belum tentu sudah putus kan?
5.9.08
4bia
| Rating: | ★★★ |
| Category: | Movies |
| Genre: | Horror |
Apa yang kau pilih jika berada dalam situasi tersebut: tetap diam dalam kegelapan tanpa mengetahui apa yang ada di sekitarmu? Atau memilih menyalakan hape sebagai sumber cahaya untuk mengetahui APA YANG ADA DI SEKITARMU?
Hiyyyyyyyyyyyyyyyyy, itulah nuansa yang didapat saat baru menonton babak pertama dari film 4bia ini. Meremang rambut kuduk.
Inilah cuplikan salah satu film horor Thai yang langsung jadi favorit. Emp4t sutradara bekerjasama dalam menjalin kisah horor ini, semua terbagi dalam emp4t babak yang sebenarnya dapat berdiri sendiri, namun terdapat benang merah yang menghubungkan masing2 babak sebagai satu kesatuan utuh. Sudah menonton Babel? Ya seperti itulah kira2 korelasinya, cuma 4bia ini mewakili genre horor Asia.
Babak 1:
Kisah tentang perempuan kesepian yang hidup di apartemen kumuh, dan bersosialisasi cuma lewat sms dan chatting. Alur cerita cuma terjalin lewat rangkaian kalimat di layar hape dan monitor. Tebak dengan siapa dia selama ini berkomunikasi?
Sinetroners must learn from this: ga perlu dialog, ga perlu camera-face (maksudnya kamera yang disorotkan ke wajah dan di-zoom berkali-kali), ga perlu make-up tebel, ga perlu setting rumah mewah-wah-wah, ga perlu sosok setan yang serem berdarah2, tapi kisahnya tetap dapat menggiring penonton dalam suasana thriller yang mencekam. Saya paling suka adegan mati listrik tadi, benar2 meneror mental.
Babak 2:
Kisah tentang penindasan geng remaja kaya kepada seorang pelajar miskin. Tindakan mereka kerap di luar batas, hingga suatu hari si tertindas berniat membalas dendam lewat ilmu hitam. Yah, intinya sih hati2 kalo maen sama setan (lagian siapa yang mau???).
Di sini saya sempat kecewa karena sosok hantunya is sooooo animated. Ketahuan banget rekayasa komputernya. But otherwise, jalan ceritanya tetap mengejutkan, cenderung sadis malah. Saya suka sama tokoh Pink, she's so deliciously cute!
Babak 3:
Kisah tentang 4 sekawan yang sedang kemping di hutan dalam rangka arung jeram. Ucapan seperti "apa yang bakal lo lakukan kalo salah satu dari kita mati besok?" memang ga boleh tercetus sembarangan, apalagi di tanah antah berantah. Gimana kalo jadi kenyataan, atau malah faktanya lebih menyeramkan dari sekedar ucapan tadi?
Keemp4t sekawan ini mampu menghidupkan suasana dengan karakternya masing2. Celetukan sembarangan, mimik wajah, gesture, semuanya bagai mewakili karakter kita sendiri dan kawan2. Nuansa kocak namun horor tetap terjaga baik di babak ini. Hebatnya, ending kisah ini sungguh di luar dugaan *tepuk tangan merinding*
Chapter 4:
Kisah tentang pramugari cantrik, Pim, yang bertugas melayani putri Sophia dari kerajaan Vanishtan (kalo ga salah) dalam penerbangan ke Phuket. Sang putri sungguh berperangai buruk pada Pim, bisa dibilang kejam. Tak disangka, putri Sophia wafat tak lama setibanya di Phuket. Sialnya, Pim kembali bertugas mendampingi si mayat dalam penerbangan ke Vanishtan.
Scarrry! Kembali teror mental bermain disini. Efek suara muntah dan batuk2 aja udah cukup bikin mengkeret. Kebayang kan kabin pesawat yang kosong melompong, ruang kokpit terkunci, cuma ada dirimu dan mayat di kabin yang luas dan gelap, sementara cuaca sangat buruk di luar, turbulence berkali-kali, dan mayat itu meluncur kesana-kemari? Kyaaaaaaaaaaaaaa!
So, dare to watch 4bia?
4bia (2008)
director: Banjong Pisanthanakun, Paween Purikitpanya, Youngyooth Thongkonthun, Parkpoom Wongpoom
cast: Laila Boonyasak as Pim, Pongsatorn Jongwilak, Apinya Sakuljaroensuk, Maneerat Kham-uan
language: Thai
runtime: 120'
6.8.08
COPYCAT?
Sila bandingkan kedua link berikut ini:
http://duabadai.multiply.com/journal/item/70/Lil_Gal
dan
http://burgelijkwetboek.blogspot.com/2008/05/lilbit-pangkat-1000.html
Menurut lo siapa niru siapa? It's time to speak your mind!
*thnx Marisa for your info*
1.7.08
Jadi-Jadian
Selebaran itu saya temukan di bawah meja kerja. Sehelai leaflet promo untuk film Kun Fayakuun yang dibintangi oleh Agus Kuncoro dan Desi Ratnasari.
Haji Dhony sahabat saya sejak SMP,suatu hari saya main ke kantornya,dan diceritakan tentang film "Kunfayakuun".Subhanallah,sesampainya di rumah,apa yg diceritakan tentang kekuatan sholat wajib yang tepat waktu,sholat tahajjud,dhuha,puasa senin kamis dan sedekah,pelan-pelan saya terapin pada diri saya dan istri,saya mendengar resensi film "Kunfayakuun" yang begitu menginspirasi saya.Maka cara saya berdoa pun berubah.Apa yang saya inginkan saya sebutkan di saat saya berdoa kepada Allah.Alhasil,6 bulan kemudian,apa yang saya ucapkan dalam doa,diberikan oleh Allah SWT.Alhamdulillah sekarang saya punya mobil impian saya.BMW.
b. subagja - SUTRADARA KLIP
Testimoni itu berjudul "Doa untuk Mobil Impian". Ada pula testimoni lainnya tentang doa yang terkabul untuk mempunyai rumah mewah, dan juga kesaksian seorang kru film "Kun Fayakuun" yang akhirnya berjodoh dengan istri cantik dan berjilbab setelah dia mengamalkan ibadah dengan tekun.
Apa yang kemudian membuat saya leng-geleng-geleng-kepala setelah membaca leaflet tsb?
(beri tanda silang pada kalimat yang tepat)
( ) banyak nyamuk sama laler ijo
( ) lagi dengerin lagu Metal Vs Dugem-nya Project Pop
(X) adanya kerancuan tentang shalat/beribadah demi pamrih duniawi
(X) bahwa doa pasti dikabulkan (meminta BMW/rumah mewah/istri cantik & berjilbab)
(X) lagipula kenapa harus cantik & berjilbab? bukankah lebih baik jika cantik & salehah?
(X) tata bahasa yang kacau (EYD nggak, gaul nggak) termasuk kaidah penulisannya
(X) Desi Ratnasari berperan sbg orang miskin tapi teteup tampil dgn make-up lengkap
( ) karena brosur seindah itu tergeletak begitu saja di bawah meja kerja
( ) ya amplop, emangnya lagi ngapain sih di bawah meja kerja? ;p
( ) lainnya.....
Overall, adalah keagungan Allah SWT untuk menjadikan apapun itu, ada dari tiada, mungkin dari tidak mungkin, fana jadi nyata. Apa yang terjadi terjadilah, tapi yang jelas bukan begini cara pengejawantahan kebesaran-Nya dalam bentuk promo film!
Btw, ada yg pernah nonton filmnya? Tell me about it...
Haji Dhony sahabat saya sejak SMP,suatu hari saya main ke kantornya,dan diceritakan tentang film "Kunfayakuun".Subhanallah,sesampainya di rumah,apa yg diceritakan tentang kekuatan sholat wajib yang tepat waktu,sholat tahajjud,dhuha,puasa senin kamis dan sedekah,pelan-pelan saya terapin pada diri saya dan istri,saya mendengar resensi film "Kunfayakuun" yang begitu menginspirasi saya.Maka cara saya berdoa pun berubah.Apa yang saya inginkan saya sebutkan di saat saya berdoa kepada Allah.Alhasil,6 bulan kemudian,apa yang saya ucapkan dalam doa,diberikan oleh Allah SWT.Alhamdulillah sekarang saya punya mobil impian saya.BMW.
b. subagja - SUTRADARA KLIP
Testimoni itu berjudul "Doa untuk Mobil Impian". Ada pula testimoni lainnya tentang doa yang terkabul untuk mempunyai rumah mewah, dan juga kesaksian seorang kru film "Kun Fayakuun" yang akhirnya berjodoh dengan istri cantik dan berjilbab setelah dia mengamalkan ibadah dengan tekun.
Apa yang kemudian membuat saya leng-geleng-geleng-kepala setelah membaca leaflet tsb?
(beri tanda silang pada kalimat yang tepat)
( ) banyak nyamuk sama laler ijo
( ) lagi dengerin lagu Metal Vs Dugem-nya Project Pop
(X) adanya kerancuan tentang shalat/beribadah demi pamrih duniawi
(X) bahwa doa pasti dikabulkan (meminta BMW/rumah mewah/istri cantik & berjilbab)
(X) lagipula kenapa harus cantik & berjilbab? bukankah lebih baik jika cantik & salehah?
(X) tata bahasa yang kacau (EYD nggak, gaul nggak) termasuk kaidah penulisannya
(X) Desi Ratnasari berperan sbg orang miskin tapi teteup tampil dgn make-up lengkap
( ) karena brosur seindah itu tergeletak begitu saja di bawah meja kerja
( ) ya amplop, emangnya lagi ngapain sih di bawah meja kerja? ;p
( ) lainnya.....
Overall, adalah keagungan Allah SWT untuk menjadikan apapun itu, ada dari tiada, mungkin dari tidak mungkin, fana jadi nyata. Apa yang terjadi terjadilah, tapi yang jelas bukan begini cara pengejawantahan kebesaran-Nya dalam bentuk promo film!
Btw, ada yg pernah nonton filmnya? Tell me about it...
29.4.08
Lil Gal
Anak perempuan itu mendatangi meja kami. Kulit kecoklatan dengan raut muka memelas. Jilbab hitam menutupi rambut.
Semula kami hanya memberi isyarat tangan 'no, thank you', karena sebelumnya sudah banyak pengamen dan peminta sumbangan yang datang menghampiri sehingga lama-lama kami bosan dan kehabisan uang receh.
Anak perempuan itu tetap bertahan di ujung meja.
Sekali lagi kami memberi isyarat 'tidak, terima kasih' supaya ia lekas pergi.
Ia tetap tak bergeming.
Kami yang sedang makan cuma saling pandang sejenak, lalu kembali meneruskan santapan. Ya sudah, kalau tak mau pergi biarkan ia tetap disana.
Tiba-tiba meja kami berguncang bagai dilanda gempa skala rendah.
Anak perempuan itu, di ujung meja, terisak-isak dan berlinang airmata, tangannya menggoyang2kan meja seakan menginginkan seluruh perhatian kami tertumpah padanya. Look at me! I'm so small and hopeless. Please give me some money!
Kami yang sedang makan kembali saling pandang.
Mungkin anak perempuan itu kelaparan.
Masih ada makanan berlebih, nanti kita beri dia saja.
Tapi ia tidak tampak lapar.
Pokoknya jangan beri dia uang, pasti nanti akan disetorkan pada koordinatornya.
Ataukah kita memang harus memberi dia uang, karena tampaknya anak itu dikejar target setoran sampai menangis-nangis begitu.
Lewat tatapan mata dan isyarat tangan kami berdiskusi sejenak, lalu seorang kawan mencoba mengajak bicara pada anak perempuan putus asa itu.
"Adik duduk sini, ikut makan sama kita, tapi jangan goyang2 meja lagi ya..."
Anak perempuan itu diam saja. Mengabaikan tak mengindahkan.
Namun tak lama kemudian dia kembali menangis dan meja kami kembali diguncang2.
Kawan saya hampir hilang kesabaran. "Adik duduk sini! Ikut makan! Tapi jangan goyang2 meja!"
Dia pun terdiam.
Lama.
Sampai akhirnya dia berlari meninggalkan meja kami sambil berteriak lantang:
"MONYEEEEEEEEEEET!!!!!!!!!"
:(
Empati berganti antipati.
Semula kami hanya memberi isyarat tangan 'no, thank you', karena sebelumnya sudah banyak pengamen dan peminta sumbangan yang datang menghampiri sehingga lama-lama kami bosan dan kehabisan uang receh.
Anak perempuan itu tetap bertahan di ujung meja.
Sekali lagi kami memberi isyarat 'tidak, terima kasih' supaya ia lekas pergi.
Ia tetap tak bergeming.
Kami yang sedang makan cuma saling pandang sejenak, lalu kembali meneruskan santapan. Ya sudah, kalau tak mau pergi biarkan ia tetap disana.
Tiba-tiba meja kami berguncang bagai dilanda gempa skala rendah.
Anak perempuan itu, di ujung meja, terisak-isak dan berlinang airmata, tangannya menggoyang2kan meja seakan menginginkan seluruh perhatian kami tertumpah padanya. Look at me! I'm so small and hopeless. Please give me some money!
Kami yang sedang makan kembali saling pandang.
Mungkin anak perempuan itu kelaparan.
Masih ada makanan berlebih, nanti kita beri dia saja.
Tapi ia tidak tampak lapar.
Pokoknya jangan beri dia uang, pasti nanti akan disetorkan pada koordinatornya.
Ataukah kita memang harus memberi dia uang, karena tampaknya anak itu dikejar target setoran sampai menangis-nangis begitu.
Lewat tatapan mata dan isyarat tangan kami berdiskusi sejenak, lalu seorang kawan mencoba mengajak bicara pada anak perempuan putus asa itu.
"Adik duduk sini, ikut makan sama kita, tapi jangan goyang2 meja lagi ya..."
Anak perempuan itu diam saja. Mengabaikan tak mengindahkan.
Namun tak lama kemudian dia kembali menangis dan meja kami kembali diguncang2.
Kawan saya hampir hilang kesabaran. "Adik duduk sini! Ikut makan! Tapi jangan goyang2 meja!"
Dia pun terdiam.
Lama.
Sampai akhirnya dia berlari meninggalkan meja kami sambil berteriak lantang:
"MONYEEEEEEEEEEET!!!!!!!!!"
:(
Empati berganti antipati.
22.4.08
Transgendered
Kupandangi kuku jari kelingking yang berpoles ungu. Sejenak sesal kenapa bukan jari tengah saja yang diwarnai, agar bisa dipakai memaki namun tetap trendi.
beberapa saat sebelumnya
Kucelupkan jari di wadah tinta dengan geram hingga nyaris tumpah.
beberapa saat sebelumnya
Kumasukkan lipatan kertas itu ke dalam kotak. Bagai membayar ongkos kamar kecil seusai buang hajat. Bapak tua penunggu kotak itu--mungkin tersenyum mungkin tidak--bagaikan siluet sahaja di mataku karena tubuhnya memunggungi sinar mentari.
beberapa saat sebelumnya
Di bilik mungil itu kulampiaskan semua.
Kubuka dan kurentangkan lebar-lebar apa yang ada di hadapanku.
Tusuk!
Tusuk!
Tusuk!
Lalu kurapikan sekenanya.
beberapa saat sebelumnya
"Berarti suara saya tidak sah dong, pak!" cetusku dongkol.
"Sah kok, gak apa-apa," sahut petugas itu, tampak malu hati karena lembaran data di hadapannya ternyata tidak valid. Dia malah menyorongkan kartu pemilih agar selekasnya aku menyoblos.
beberapa saat sebelumnya
Petugas itu lantang menyebut namaku dari daftar pemilih yang ada di hadapannya, "Ibu fulan bin fulan!"
Aku terkaget-kaget. Bujubuneng, kenapa nama gw jadi ada tambahan 'ibu'?
"Bapak fulan bin fulan, kali!" ralatku yang langsung disambut tawa berderai pengunjung TPS.
beberapa saat sebelumnya
Tampaknya memang terdapat kekeliruan cetak di biodata pemilih pilkada yang baru lewat. Kesalahan vital karena menyangkut alat vital. Di situ tertera kalau jenis kelaminku perempuan.
Bleh, sejak kapan gw ganti kelamin?!
*^">~&$^&*(@!#$
Subscribe to:
Posts (Atom)