Ruang makan di saat Maghrib belum terganti Isya.
Televisi menyiarkan sinetron. Seorang wanita dengan make up komplit tengah menganiaya seorang wanita berjilbab yang ber-make up komplit juga.
"KAMU MAU AKU MAMPUSIN DIA AJA SEKALIAN? BIAR AKU GOROK AJA LEHERNYA!"
Inset iklan. Ada juga sisipan tayangan sinetron yang akan datang. Seorang pelajar putri yang menaruh iri dengki dendam kesumat kepada seorang teman sekolahnya.
"POKOKNYA MAMA HARUS BANTU AKU NGANCURIN SI KASIH!"
*istighfar*
Kemarin
Ruang makan di saat Maghrib belum terganti Isya.
Televisi menyiarkan sinetron. Seorang wanita dengan make up komplit tengah menganiaya seorang wanita berjilbab yang ber-make up komplit juga.
"DIAM! JANGAN BERGERAK! ATAU AKU GOROK LEHER KAMU SEKALIAN!"
Inset iklan. Ada juga sisipan tayangan sinetron yang akan datang. Seorang pelajar putri yang menaruh iri dengki dendam kesumat kepada seorang teman sekolahnya.
"POKOKNYA MAMA HARUS BANTU AKU NGANCURIN SI KASIH!"
*istighfar*
Esok dan esok mungkin ritmenya akan terus sama. Bahaya laten sedang menggorok mental anak-anak Indonesia belia yang seharusnya disuguhi tontonan berkualitas penuh damai dan keceriaan. Camkan itu!