Saya masih ingat harum gembur tanah basah yang sedang dicangkul oleh pak Hasan, hansip desa, bersama kaum pria lainnya. Saya masih ingat teteh Jamilah, anak pak RT yang putih semok itu berkebaya cantik sekali, menyiapkan hidangan prasmanan bersama kaum wanita yang lain. Saya masih ingat alunan degung Sunda bergaung di segala penjuru.
Ketika tiba waktu makan siang, kami pun berduyun-duyun menuju meja prasmanan. Teteh Jamilah yang melayani kami. Saya terkagum-kagum akan kemolekannya. Kulitnya mulus bak porselen. Ia wangi bagai ronce melati.
Bagi kami, menu makanan yang sederhana terasa nikmat sahaja karena suasana hati yang sedang ceria. Pria wanita tua muda larut dalam senda gurau. Akrab penuh kekeluargaan.
That was then.
Namun bagi saya, itulah pesta rakyat yang sebenarnya.
Hari ini beberapa rekan sekantor sudah menyiapkan diri tuk mudik ke kampung halaman masing-masing. Esok kan Pemilu. Pesta demokrasi, pesta rakyat. Dulu coblos sekarang contreng.
Dari obrolan ngalor ngidul terbersitlah definisi pesta rakyat menurut saya:
1. TPS tak perlu mewah tak perlu megah, tapi bersahaja dan jumawa ;p Seperti halnya dulu rakyat kerap berlomba bikin gapura semeriah mungkin, ada baiknya TPS pun dibuat cantik, biar ada kebanggan para pemilih yang nyontreng di sana. Biar jadi ajang narsis pepotoan juga, wkkk.. :)
2. Nomor KTP valid berlaku satu kali contreng. Database KPU harus sudah online, jadi siapapun dimanapun cukup menunjukkan KTPnya, petugas tinggal memasukkan nomornya ke database, voila! "Silakan pak, bu, disana bilik suaranya".
3. Sambil menunggu giliran, pemilih bisa mendapatkan cemilan ringan dan minuman gratis. Alunan musik yang menenangkan dapat diputar supaya pemilih lebih rileks dan tidak tegang sebelum menyontreng.
Buat mereka yang tidak makan kambing/tidak sempat antri, bisa menukarkan kupon makan resmi ini sebagai kartu diskon di franchise restoran terkemuka di mall2 terdekat.
5. Sambil menikmati kambing guling, TPS pun dihibur oleh live music. Pengisi acara cukup band dan artis lokal saja.
Ingatan saya kembali beralih pada teteh Jamilah, pada masanya beliau adalah penyanyi dangdut populer di kampung saya.
Lantas darimana semua biaya pesta rakyat itu berasal? Para caleg lokal pasti tak keberatan menggelontorkan pundi-pundi rupiahnya demi acara ini. Harus patungan dan fair jumlahnya, biar tak ada isu membeli suara.
Hohoho inilah pesta rakyat yang ideal menurut saya..
Tulisan ini dibuat oleh saya yang hobi makan kambing guling tapi selalu pusing kalo porsinya lebih dari sepiring, saya yang ngefans sama teteh Jamilah, namun sudah tak mendengar lagi kabarnya sejak beliau merintis karir keartisan di ibukota, saya yang belum tahu akan memilih apa dimana besok..
"saya yang ngefans sama teteh Jamilah, namun sudah tak mendengar lagi kabarnya sejak beliau merintis karir keartisan di ibukota, saya yang belum tahu akan memilih apa dimana besok.."
ReplyDeletepilih aja teteh jamilah...
yg molek, mulus dan wangi itu...
:-p
Gak tertarik buat cerpen atau apa????
ReplyDeleteGaya tulisan nya menarik, tapi bukan gaya bertutur pemberitaan/jurnalistik.
Membayangkan penggunaan kata tertuang dalam sebuah prosa/cerpen....aku tunggu yah!
wah kalo kaya gitu g usulin tiap bulan ada pemilu...kekekeke...
ReplyDeleteitu sih nekat namanya. =))
ReplyDeletesalam buat jamilah yaa....jgn lupa minta dibawain kambing guling...
ReplyDeleteteteh jamilah mungkin sekarang udah jadi caleg.. cuma dia ganti nama, jadi pake nama depannya dan nama belakangnya, nama suaminya. dan udah ibu2..
ReplyDelete*menerawang lewat lampu ajaib*
yah cupuw.. makan sepiring aja pusing..
ReplyDeletega lagi2 ngajak ah..
hwahaha..
hahahahah..good idea! tempat makan kambing guling yg enak dimana?
ReplyDeletekambing bakal langka abis pemilu ;)
ReplyDeletekambing guling udah jarang adanya kambing hitam,,,
ReplyDeletentr jg banyak,,,,
lewat jam 12 pas saling klaim quick count
Oh..jamilah,jamilah...jamilah..kau gadis ayu....*brdendang lagu jaman urdu
ReplyDelete*ikut ngantri klo begitu mah hihi
ReplyDeletejamilah cantik sekali :D
ReplyDeleteAldi, idenya brilliant !
ReplyDelete*kalungin aldi pake ronce melati*
pilih yg ada kambing gulinknya donk di
ReplyDeletepilih yg mana? just follow your heart!
Aldi kamana wae..teteh jameelah kan sudah jadi penyanyi top...eta nu di anggap biang keretakan rumah tangga..bla ..bla..* gossip*..hehehe
ReplyDeletemantap
ReplyDelete"bersahaja tapi jumawa" terdengar sangat kontradiktif
ReplyDeleteTapi gw setuju soal kambing guling nya :)
memilih untuk memilih atau memilih untuk tidak memilih itu pilihan Anda :)
ReplyDeleteLo ajah yg jadi calegnya di..
ReplyDeletehmmmm...........
ReplyDeletekemaren di TPS gw ada iringan nyanyian lagu d'masiv yg dbawakan secara acapella oleh salah seorang penjaga TPS via microphone .. dan suara dia terdengar saat gw lg ngantri mau masuk TPS buat ambil nomer ..
ReplyDeleteseriusan, rasanya ky lagi d kondangan, lagi ngantri mau salaman sama penganten .. mwahahahaha!
btw masa2 pemilu biasanya jd ajang gathering warga sekompleks - udh lama ga ktmu, ktmunya dsitu .. knp ga skalian bkn acara makan2 ya? hihihi.
My GOD ... aduh aduh kambing gulingnya bikin kepalaku buru buru cenut2 .. udah nggak boleh makan daging kambing :( .... meuni kabita pisan euy
ReplyDeletehehe udah nulis panjang2 'bout pemilu, ternyata karena satu dan lain hal gw harus melewatkan kesempatan itu kemaren.. T_T
ReplyDeletebut that's ok, setelah gw telp bokap pun ternyata banyak warga di lingkungan rumah yang protes karena banyak yang salah data (jenis kelamin, tgl lahir, dll), hingga akhirnya banyak aksi walkout (serasa sidang paripurna aje)
masukan aja nih buat KPU, harap teliti kalo nginput data pemilih! TELITI!
waaaks kambing guling...... nyam nyuam.....
ReplyDeletekamu jadi ketua Komisi Pemilihan Umum ajaaaa... :D
ReplyDeletePesta rakyat bagi saya adalah kesempatan besar buat rakyat utnukmengubah negeri ini....tidak melulu menjadi kumpulan pesimistis menatap masa depan negaranya..tidak melulu apatis terhadap pemerintah (terlepas dari ulah oknum tidak bertanggung jawab yang menyalahgunakan kepercayaan rakyat untuk kepentingan pribadi) yang dibalik kebobrokannya tetap tersembul niat tulus utnuk berusaha membawa negeri ini ke arah yang lebih baik...
ReplyDelete*aku hanya meracau saja