15.4.09

Chicken With Plums

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Comics & Graphic Novels
Author:Marjane Satrapi
Alkisah pada zaman Sulaiman, tersebutlah seorang India, tuan Ashoor namanya.
Suatu hari pada saat beliau berjalan-jalan di Yerusalem, tuan Ashoor berjumpa dengan Azrael, malaikat maut, yang menatapnya sedemikian rupa.

Tanpa banyak kata, tuan Ashoor yang ketakutan segera berlari mendatangi istana Sulaiman, dan meminta tolong pada baginda agar mengirimnya pergi sejauh mungkin dari Yerusalem.

Sulaiman, walaupun tahu takkan ada yang bisa menghindari maut, akhirnya mengutus angin untuk membawa pergi tuan Ashoor kembali ke India.

Keesokan harinya, di India, tuan Ashoor ternyata kembali berjumpa dengan Azrael.

"Tunggu! Jika memang aku harus mati disini hari ini, kenapa kemarin kau menatapku dengan tajam?" sergah tuan Ashoor.

Azrael menukas, "Kau keliru. Kemarin aku hanya terkejut melihatmu berada di Yerusalem. Sementara aku sudah ditugaskan untuk mencabut nyawamu hari ini di India. Bagaimana mungkin? Padahal jarak yang harus kau tempuh sangatlah jauh untuk bisa kembali berada disini hari ini."

Maka matilah tuan Ashoor sesuai takdir.

Kisah tadi adalah sempalan cerita dalam hidup menjelang matinya Nasser Ali Khan. Beliau adalah salah satu musisi tar (alat musik perkusi khas Iran) terbaik pada masanya. Oleh karena suatu hal, beliau mengurung diri dan memutuskan mati di kamarnya. Sempalan-sempalan kisah pun bergulir semasa pengasingannya tersebut.

Chicken With Plums (ayam dengan plum) itu sendiri ada hubungannya dengan si tokoh, karena ternyata menu menggiurkan ini adalah makanan kesukaan Nasser Ali Khan.
Dalam khayalan menjelang kematiannya, beliau melihat sang bunda memasakkan ayam dengan plum tsb khusus untuknya.


Marjane Satrapi, sang pengarang novel grafis ini, telah kembali dengan hasil karyanya yang tetap sarat dengan unsur satire dan komedi hitam.

Awalnya cerita bergulir datar dan membosankan, namun lambat laun kisahnya menjadi demikian menarik hingga halaman terakhir, dan menjelaskan beberapa hal yang membingungkan di babak awal. Kisah yang tampak datar membosankan akhirnya dibalikkan menjadi bermakna dan mengharukan.


Salah satu hal yang membuat saya termenung setelah membaca novel grafis ini, adalah imajinasi tentang detik-detik menjelang kematian dimana kita menyaksikan kembali kehidupan yang telah lewat. It's like watching a movie played in reverse mode.
And there's no stop button.
 
Pada akhirnya, hidup dan mati adalah dua hal yang patut dihadapi dengan keberanian.



13.4.09

Blog Masa Kecil

...ternyata eh ternyata, sejak kecil saya sudah rajin membuat jurnal pribadi yang tak ada bedanya dengan aktivitas blogging sekarang ini.

Tentunya jurnal yang saya buat saat itu masih dalam taraf sederhana, kebanyakan tentang catatan keseharian, ditulis di buku agenda (biasanya jatah dari kantor bokap), dan dibuat dalam kaidah bahasa ABG Yang Disempurnakan ;p

...dan dari cuplikan agenda tsb, bisa dilihat ragam kisah dan bakat minat saya semasa kecil. Selamat menikmati!  


STALKER ULUNG


- LILLY MARLENE  Jl. Teratai Putih III/207  Klender - Jaktim
- LYDIA NATALIA  Permata Intan I Blok S-I no.2  Permata Hijau - Jaksel



Ahiak, dulu favorit banget baca tabloid Monitor sama majalah Senang
(dua2nya kreasi oom Wendo), dan saya paling rajin copas biodata artis dari media tsb ke dalam agenda.


DESKRIPTIF PERSUASIF


"Semuanya dicukur (rambutnya tentu!)."




Maksud 'semuanya' disini adalah 'kami sekeluarga'. Jadi bukan rambut di sekujur tubuh saya yang dicukur (lagian anak kecil punya rambut dimana sih kecuali kepala?).



LIHATLAH TANDA MERAH DI PIPI


"Kami sekelas ditamparin oleh Pak Adang karena ulangannya tidak segera dikumpulkan."



Pak Adang itu guru olahraga yang galak. Suatu ketika kami tidak segera
mengumpulkan lembar ujian tertulis, padahal waktunya sudah habis. Beliau ngambek lalu balik ke ruang guru, dan kami pun terpaksa menyusulnya kesana. Satu persatu habis deh kena gampar.


SI JAGO BALAP

"Pulang dari Jakarta, ngebut di Jagorawi dengan kecepatan 140 km/jam dengan lawannya Toyota Crown"




Waktu kecil demen banget kalo bokap udah ngebut di tol, such an
adrenaline rush! Dulu 140 km/jam bagi saya udah ngebut termehek-mehek. Tapi sekarang? Tjis, tetep sih kerasa ngebut ;p


PENYINTA EKSOTISME

inset: gambar wanita suku primitif berambut keriting spiral, berbibir tebal dan bergincu merah, berkalung tengkorak, bertato payung, lengan berotot, dan ber-rok rumbai






Saya menamai tokoh kartun ini: Ethi Opia. Cewek eksotis ini pernah saya buatkan komik-stripnya di halaman buku gambar. Ada yang full color, ada pula yang black & white.

(Hmmm.. jadi kepikiran tuk menghidupkan kembali tokoh Ethi Opia ini)


REPORTER HANDAL

"Terjadi musibah kemalingan. Sepatu baru dan sandal ludes. Kerugian sekitar 200 ribu rupiah"




Sepatu saya yang hilang itu baru dipakai satu kali ke sekolah. Merknya Richland (kalo ga salah), berwarna putih dengan rubber sole tebal, dan ada aplikasi Union Jack di lidah sepatunya. Pencuri
diperkirakan memanjat lewat tebing (rumah kami memang terletak di tepi sungai) dan masuk melalui jendela yang tak berkaca. Aldi Suditomo melaporkan.


CONFESSION OF A SHOPAHOLIC

9  am "Pergi ke Ramayana"
10 am "Keliling Ramayana dan Pasar Busana Matahari"




Sebenarnya papi-mami suka ngajak belanja ke Orchard, cuma bosen ah.. ;p



MOVIE FREAK

"Nonton Layar Tancap judulnya Lupus II & Dendam Membara lalu beli bakso"




Hahaha, saya sendiri lupa nontonnya dimana. Oya, kalo ga salah Dendam Membara itu yang main Chris Mitchum sama Ida Iasha. Pas ada adegan mesranya
penonton pada rame suit2, sedangkan saya (bocah imut innocent) jadi jengah dan langsung pura2 liat bintang di langit malam :D


PENULIS UNGGUL

Robby mengikuti Harry menuju kamar mandi. Di dalamnya sudah menanti beberapa budak cantik dengan pakaian minim siap memandikan sang pangeran.
"Kau tunggu saja disitu..." kata Harry.
Robby duduk termenung di sudut ruangan. Dst...


Beuh! Imajinasi sudah melampaui kepolosan seorang bocah ;p



SWADAYA BERDIKARI

"Test PKK lihat contekan, untung nggak ketahuan"




PKK nyontek??? Yang bener aje!!!




8.4.09

Pesta Rakyat, Teteh Jamilah, dan Kambing Guling

Waktu kecil, suasana kebersamaan antar warga di kampung saya terasa kental sekali. Saya masih ingat sewaktu pembangunan jembatan desa, semua warga turun bergotong royong. Pria wanita tua muda.

Saya masih ingat harum gembur tanah basah yang sedang dicangkul oleh pak Hasan, hansip desa, bersama kaum pria lainnya. Saya masih ingat teteh Jamilah, anak pak RT yang putih semok itu berkebaya cantik sekali, menyiapkan hidangan prasmanan bersama kaum wanita yang lain. Saya masih ingat alunan degung Sunda bergaung di segala penjuru.

Ketika tiba waktu makan siang, kami pun berduyun-duyun menuju meja prasmanan. Teteh Jamilah yang melayani kami. Saya terkagum-kagum akan kemolekannya. Kulitnya mulus bak porselen. Ia wangi bagai ronce melati.

Bagi kami, menu makanan yang sederhana terasa nikmat sahaja karena suasana hati yang sedang ceria. Pria wanita tua muda larut dalam senda gurau. Akrab penuh kekeluargaan.

That was then.

Namun bagi saya, itulah pesta rakyat yang sebenarnya.

Hari ini beberapa rekan sekantor sudah menyiapkan diri tuk mudik ke kampung halaman masing-masing. Esok kan Pemilu. Pesta demokrasi, pesta rakyat. Dulu coblos sekarang contreng.

Dari obrolan ngalor ngidul terbersitlah definisi pesta rakyat menurut saya:
 
1. TPS tak perlu mewah tak perlu megah, tapi bersahaja dan jumawa ;p Seperti halnya dulu rakyat kerap berlomba bikin gapura semeriah mungkin, ada baiknya TPS pun dibuat cantik, biar ada kebanggan para pemilih yang nyontreng di sana. Biar jadi ajang narsis pepotoan juga, wkkk.. :)

2. Nomor KTP valid berlaku satu kali contreng. Database KPU harus sudah online, jadi siapapun dimanapun cukup menunjukkan KTPnya, petugas tinggal memasukkan nomornya ke database, voila! "Silakan pak, bu, disana bilik suaranya".

3. Sambil menunggu giliran, pemilih bisa mendapatkan cemilan ringan dan minuman gratis. Alunan musik yang menenangkan dapat diputar supaya pemilih lebih rileks dan tidak tegang sebelum menyontreng.

4. Usai nyontreng, pemilih mendapatkan kupon makan, tuk mendapatkan menu spesial pesta rakyat: KAMBING GULING!

Buat mereka yang tidak makan kambing/tidak sempat antri, bisa menukarkan kupon makan resmi ini sebagai kartu diskon di franchise restoran terkemuka di mall2 terdekat.

5. Sambil menikmati kambing guling, TPS pun dihibur oleh live music. Pengisi acara cukup band dan artis lokal saja.

Ingatan saya kembali beralih pada teteh Jamilah, pada masanya beliau adalah penyanyi dangdut populer di kampung saya.




Lantas darimana semua biaya pesta rakyat itu berasal? Para caleg lokal pasti tak keberatan menggelontorkan pundi-pundi rupiahnya demi acara ini. Harus patungan dan fair jumlahnya, biar tak ada isu membeli suara.

Hohoho inilah pesta rakyat yang ideal menurut saya..



Tulisan ini dibuat oleh saya yang hobi makan kambing guling tapi selalu pusing kalo porsinya lebih dari sepiring, saya yang ngefans sama teteh Jamilah, namun sudah tak mendengar lagi kabarnya sejak beliau merintis karir keartisan di ibukota, saya yang belum tahu akan memilih apa dimana besok..


24.3.09

Berteman Nyaman

Sebuah percakapan di telepon antara CICI & CACA (bukan nama sebenarnya (walau ini kisah nyata)).

"Ehm, aku mau cerita sesuatu. Ini tentang aku dan kamu."
CICI pun membuka pembicaraan.

"Yes babe, tell me about it."
CACA mulai menyimak serius.

"Semalam... aku mimpi. Tentang kita."

"Ya..."
Walau terdengar tenang, tapi CACA mulai deg2an.

"Iya, aku mimpi. Kita berdua mandi bareng di bawah pancuran."

"Apa???"
Bayangkan adegan sinetron dimana kamera zoom-in berkali-kali wajah CACA yang terkejut ataupun wajah CICI yang tersipu salah tingkah di seberang sana.

CACA dan CICI berteman sudah lama. Minimal seminggu sekali mereka bertemu dalam suasana yang akrab dan riang. Saling cela, saling goda, saling puji, saling caci.

CACA tahu bahwa CICI tahu bahwa hubungan mereka sebatas teman baik. Tak ada intensi lebih untuk hubungan yang lebih intim.

Tetapi, mimpi mandi bersama dibawah pancuran?

CACA tak tahu harus berkata apa selain ini:
"Mmmh, mandinya pake baju?"

Terdengar tawa CICI di seberang sana.
"Ingat adegan mandi Sarah & Rahma Azhari & temen cowoknya? Ya kayak gitu!"
tukasnya lugas.
"Eh tapi..."

"Apa lagi???"
Kembali kamera meng-zoom-in berulang-ulang wajah CACA dan CICI.

"Anu... aku kok gak lihat anu-mu ya..."

Gubrak!

HUahaha, CACA lega karena aset berharganya ternyata tidak muncul di impian CICI. Di lain pihak, CACA merasa ego kelelakiannya terusik karena 'masa sih gak ada tonjolan yang tampak? sama sekali?'

Temans, dalam hubungan pertemanan, murni berteman, risih gak sih jika membayangkan kita saling bugil mandi bersama?

Tapi, lebih risih lagi gak sih kalau teman kita bilang tak bisa melihat kelamin kita saat mandi walau cuma dalam mimpi?

Akhirnya cuma kalimat ini yang keluar dari mulut CACA,
"Ya namanya aurat kan gak boleh diumbar..."

CICI terkekeh.
"Btw, arti mimpi ini apa ya? Sumpah aku ga pernah punya pikiran cabul sama kamu."

"Hati kecil ga bisa bohong lho..."
goda CACA.
"Overall, mungkin saja ini pertanda kalau kita sudah merasa nyaman satu sama lain."

"Dengan kata lain, berteman nyaman ya. Kita sudah tak sungkan tuk membuka diri."
CICI cepat menyimpulkan.
"Hmmm, jadi kapan kita mandi bareng lagi?"


CACA dan CICI tergelak.

"Btw, di mimpimu itu, apakah anumu kelihatan olehku?"
CACA penasaran. Kadung basah nyemplung sekalian deh.

CICI tertawa penuh kemenangan.
"Ya nggak dong, aku kan pake celana dalam sewarna kulit!"

Gubrak lagi!

CICI curang!

CICI curang!
CICI curang!

9.2.09

Asmara Dua Dunia

lelaki itu bertanggung jawab
membina kehidupan berkeluarga sejak usia muda

lelaki itu bertanggung jawab
ketika bersedia menikahi selingkuhannya yang keburu hamil

lelaki itu bertanggung jawab
dengan menafkahi dua istri, seorang putra, dan janin dalam kandungan

...

semoga tanggung jawabnya ke depan tiada yang harus dipertanggungjawabkan lagi

...

*i happen to see this fact because i know him, his wife, his son, and his new sexy wife*

23.1.09

Where Art Thou, Sandal?

Usai ibadah Jumat, doa-doa masih berkumandang, harum minyak wangi masih semerbak, ketika di antara kerumunan orang-orang yang hendak keluar masjid terdengar umpatan:
"Sendal gw kemana nih? Sialan! Ngepet!"


Satu: saya prihatin kenapa ada orang memaki-maki semudah itu pada saat suasana masih sakral begini. Bisa jadi sandalnya tertumpuk sandal lain atau terseret arus langkah orang-orang yang keluar masjid.

Dua: saya malah tersenyum sendiri membayangkan ada babi ngepet nyolong sandal jepit di masjid.



21.1.09

One Essential Matter

A sufi once asks:
If Satan was forbidden from the garden of Eden, how did he manage to come back and make Adam & Eve eat the forbidden fruit?

...

I believe only God knows.