Berikut adalah cuplikan tanya jawab dari sebuah acara kuis di tv. 100 orang pesertanya terdiri dari mahasiswa perguruan tinggi ngetop seJakarta-Bandung, ditambah beberapa orang what-so-called-celebrity (heran, kenapa setiap acara kuis musti ada artisnya???). Saat itu tengah babak rebutan, 5 orang terbaik yang diadu.
tanya : "Apa nama kota di Amerika Selatan yang dalam bahasa Portugis artinya 'sungai Januari'?"
TETTTTTTTTT! <bunyi bel peserta>
jawab : "Meksiko!"
Saya tertawa. Begini ya bung, dengarkan:
1. Meksiko itu terletak di Amerika Tengah, bukan di Amerika Selatan.
2. Meksiko itu bukan nama kota (kecuali jika ditambahkan City), melainkan nama negara.
3. Clue: Amerika Selatan, bahasa Portugis.
Nah, satu-satunya negara di Amerika Selatan yang berbahasa resmi Portugis adalah Brazil. Nah, kota paling terkenal di Brazil apa? Rio de Janeiro, alias river of January, alias sungai Januari.
tanya : "Apa kepanjangan dari nama presiden AS yang berinisal FDR?"
TETTTTTTTTT!
jawab : "Kennedy!"
Saya terbahak. Neng, neng, neng, sejak kapan Kennedy disingkat jadi FDR? Coba deh nama Kennedy disingkat, huruf depan Kennedy apa? K.
Nah, adakah huruf K dalam singkatan FDR? Hmm? Hmm? Hmm?
Neng ini pasti siwer antara singkatan FDR dan JFK kan? It's Franklin Delano Roosevelt we're talking about dear, not John Fitzgerald Kennedy :)
tanya : "Siapakah aktris yang sekaligus istri dari Michael Douglas?"
<kriiiiiiik>
<kriiiiiiik>
<kriiiiiiik>
<tak seorangpun memencet bel>
Saya tertunduk sedih. Ok, nama Michael Douglas mungkin kurang beredar di kuping mahasiswa sekarang, tapi beliau kan salah satu aktor Hollywood legendaris. Jangan ngaku gaul kalo ga tau! Nah, istrinya pun sama populernya, selain cantik, kepiawaian aktingnya pun sudah membuahkan piala Oscar.
No way, kamu pasti mau jawab Kennedy lagi kan, Neng? Bukannnnn, bukan Kennedy! Masa ga ada yang tau Catherine Zeta Jones, sih???
tanya : "Pulau Mentawai terletak di propinsi?"
TETTTTTTTTT!
jawab : "Kalimantan!"
*pingsan*
Lagi-lagi kesalahan ekstra.
1. Kalimantan adalah nama pulau, bukan nama propinsi.
2. Jika maksudmu adalah propinsi Kalimantan Barat/Tengah/Selatan/Timur pun jawabnya tetap salah. Tunggu, maksudmu mau jawab Kalimantan Utara? Huahaha, sekolah dimana sih lo?!
3. Mari menyeberang ke Sumatera. FYI, Sumatera adalah nama pulau, bukan nama propinsi lho ya. Nah di ujung barat Sumatera terdapat pula gugusan pulau, yang salah satu diantaranya ialah pulau Mentawai. Yak, pulau Mentawai terletak di propinsi Sumatera Barat persis! Onde mande!
Arrrghh, sungguh kuis yang mengocok adrenalin! Sebenarnya masih ada rangkaian pertanyaan lainnya, namun saya sudah enggan menikmatinya pun. Pagi-pagi nonton kuis malah bikin gigit-gigit bantal T_T
*power off*
zzzzzzzzzzzzz
22.11.09
16.11.09
Mari Merangkai
3 Kata menjadi sebuah cerita tak terbayangkan. Memang bukan hal baru sih, tapi cocoklah dijadikan penyegaran di kala senggang :)
Yuk, mari lanjutkan sambung menyambung hanya dengan 3 Kata setelah kalimat ini:
pada suatu hari
Yuk, mari lanjutkan sambung menyambung hanya dengan 3 Kata setelah kalimat ini:
pada suatu hari
17.9.09
Ibran Gak Sakit Lagi

Mama
Mama..
kenapa Ibran gak bisa bangun, Ma?
kenapa mulut Ibran gak keluar suaranya, Ma?
Mama, jangan nangis
kasihan adik Abil ikut nangis
kalau semua nangis, Ibran jadi nangis juga
...
Papa
Papa..
Ibran ada dimana, Pa?
kamar ini kok putih terang
terus kenapa banyak selang di badan Ibran, Pa?
Ibran takut
...
sakit, Ma
sakit, Pa
tapi
bilangin adik Abil kalau Ibran bukan cengeng
soalnya mata Ibran kan gak bisa ditutup
makanya keluar airmata terus
...
Ma, Pa,
Ibran lagi mimpi ya?
kok gak selesai-selesai mimpinya
...
Ibran heran deh
di atas sana banyak burung putih terbang
terus ada bintang-bintang kecil keluar dari sayapnya
...
Ibran masih sakit-sakit
waktu kakek mengusap muka Ibran
rasanya hangat bagai dipeluk mama
nyaman kayak pelukan papa
terus Ibran jadi ngantuk
boleh Ibran tidur duluan, Ma? Pa?
...
Ibran tidur sama burung putih dan bintang kecil
Ibran gak sakit lagi
in memoriam of Ibran Grefalta Natanael bin Berlianes Natanael
lahir 29 Maret 2006
wafat 17 September 2009
lahir 29 Maret 2006
wafat 17 September 2009

Ibran, keponakan dari ipar saya, tiba-tiba jatuh lumpuh seminggu lalu, dan mengalami koma hingga 6 kali. Tak ada yang tahu persis apa penyakit Ibran, bahkan 8 orang dokter yang menanganinya angkat tangan.
Analisa yang paling mendekati adalah GBS (Guillain Barre Syndrome), dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sistem syaraf. Kelainan ini belum diketahui penyebabnya, dan termasuk penyakit langka karena punya rasio 1:100.000
Kemarin Ibran akhirnya berpulang. Tak ada tangis duka melainkan haru. Ibran gak sakit lagi.
Innalillahi wa innaillaihi rajiun.
Semoga arwah Ibran diterima di sisiNya.
Amin.
5.8.09
A Day In The Life
Sarapan hari ini ditemani siaran tv dan surat kabar pagi. Suapan pertama dibuka dengan headline di koran Radar Bogor.
Akbar Felani, seorang asisten masinis kereta Pakuan Express, tampak dalam kolase seperempat halaman surat kabar.
Ah, mestinya ia tampak muda dan gagah dalam seragam kerjanya.
Ah, tapi cuma ada pias di wajahnya, dan saya cuma bisa bayangkan sakitnya mati kehabisan darah, tak hirau lagi akan kilatan blitz kamera yang merekam detik-detik menjelang ajal.
Akbar Felani akhirnya tewas setelah terjepit rangkaian baja dalam tabrakan kereta Pakuan Express vs KRL ekonomi di Bubulak, Bogor, kemarin.
Inalillahi wa inaillaihi rajiun.
Suapan terus berlanjut bagai mesin otomatis sahaja. Ah, irisan telur dadar gulung memang nikmat, berpadu dengan gurihnya nasi uduk hangat dan bawang goreng renyah.
Televisi menyiarkan debat tentang rencana memindahkan habitat komodo ke pulau Bali. Ditengarai terdapat kepentingan bisnis disini, bahwasanya ditemukan tambang mineral berharga di kepulauan Komodo tsb.
Geram saya mendengarnya. Lalu apa gunanya kita menyiarkan pada dunia dan mengikuti petisi internasional supaya pulau Komodo dimasukkan dalam daftar keajaiban dunia, jika kemudian komodo sekeluarga diharuskan hijrah ke Bali?
Terbayang wisatawan yang plesir ke pulau Komodo ternyata malah mendapati pulau yang gersang dan tercemar oleh aktivitas pertambangan.
Arrrrgh!
Suapan terakhir ditutup dengan berita tentang pemakaman mbah Surip, sama-sama terbaca di surat kabar dan tersiar di televisi.
Saya bukan penggemar mbah Surip. Tapi saya akui karyanya unik dan mendobrak, hingga menancap di benak bangsa Indonesia. Tak heran kematiannya sungguh membuat kaget & duka nasional. Bahkan presiden sendiri turut menyampaikan belasungkawa lewat tv.
Jika sebelumnya kematian Michael Jackson dan tragedi bom Mega Kuningan membuat Facebookers Indonesia menyuarakan status yang hampir seragam, demikian pula halnya dengan kematian mbah Surip ini. Menurut saya kepergian beliau membawa hikmah tuk merekatkan kembali nasionalisme, semangat Indonesia Unite.
Dan menurut saya, 'berakhir' di puncak popularitas adalah salah satu cara tuk melestarikan popularitas itu sendiri. Ia kan bergaung lebih abadi. Ingat Nike Ardilla atau Ryan Hidayat?
Sarapan ditutup dengan hadirnya keponakan lucu yang menjambak-jambak rambut saya. Sambil terkekeh saya tanya apa sih resepnya bisa selucu dan seimut itu? Ibu si keponakan yang menjawab dengan jumawa:
"Resepnya: sel telur dan sperma."

I read the news today oh boy
About a lucky man who made the grade
And though the news was rather sad
Well I just had to laugh
I saw the photograph
A Day In The Life by The Beatles
Akbar Felani, seorang asisten masinis kereta Pakuan Express, tampak dalam kolase seperempat halaman surat kabar.
Ah, mestinya ia tampak muda dan gagah dalam seragam kerjanya.
Ah, tapi cuma ada pias di wajahnya, dan saya cuma bisa bayangkan sakitnya mati kehabisan darah, tak hirau lagi akan kilatan blitz kamera yang merekam detik-detik menjelang ajal.
Akbar Felani akhirnya tewas setelah terjepit rangkaian baja dalam tabrakan kereta Pakuan Express vs KRL ekonomi di Bubulak, Bogor, kemarin.
Inalillahi wa inaillaihi rajiun.
Suapan terus berlanjut bagai mesin otomatis sahaja. Ah, irisan telur dadar gulung memang nikmat, berpadu dengan gurihnya nasi uduk hangat dan bawang goreng renyah.
Televisi menyiarkan debat tentang rencana memindahkan habitat komodo ke pulau Bali. Ditengarai terdapat kepentingan bisnis disini, bahwasanya ditemukan tambang mineral berharga di kepulauan Komodo tsb.
Geram saya mendengarnya. Lalu apa gunanya kita menyiarkan pada dunia dan mengikuti petisi internasional supaya pulau Komodo dimasukkan dalam daftar keajaiban dunia, jika kemudian komodo sekeluarga diharuskan hijrah ke Bali?
Terbayang wisatawan yang plesir ke pulau Komodo ternyata malah mendapati pulau yang gersang dan tercemar oleh aktivitas pertambangan.
Arrrrgh!
Suapan terakhir ditutup dengan berita tentang pemakaman mbah Surip, sama-sama terbaca di surat kabar dan tersiar di televisi.
Saya bukan penggemar mbah Surip. Tapi saya akui karyanya unik dan mendobrak, hingga menancap di benak bangsa Indonesia. Tak heran kematiannya sungguh membuat kaget & duka nasional. Bahkan presiden sendiri turut menyampaikan belasungkawa lewat tv.
Jika sebelumnya kematian Michael Jackson dan tragedi bom Mega Kuningan membuat Facebookers Indonesia menyuarakan status yang hampir seragam, demikian pula halnya dengan kematian mbah Surip ini. Menurut saya kepergian beliau membawa hikmah tuk merekatkan kembali nasionalisme, semangat Indonesia Unite.
Dan menurut saya, 'berakhir' di puncak popularitas adalah salah satu cara tuk melestarikan popularitas itu sendiri. Ia kan bergaung lebih abadi. Ingat Nike Ardilla atau Ryan Hidayat?
Sarapan ditutup dengan hadirnya keponakan lucu yang menjambak-jambak rambut saya. Sambil terkekeh saya tanya apa sih resepnya bisa selucu dan seimut itu? Ibu si keponakan yang menjawab dengan jumawa:
"Resepnya: sel telur dan sperma."

I read the news today oh boy
About a lucky man who made the grade
And though the news was rather sad
Well I just had to laugh
I saw the photograph
A Day In The Life by The Beatles
15.5.09
Kan...
kan saatnya ibadah jumat
usai kotbah, saatnya rapikan shaf tuk dirikan shalat
kan di sebelah saya masih ada ruang
lalu muncullah pemuda itu mengambil tempat
kan shalat sudah dimulai
ketika tercium aroma menguar
bau tak sedap ketiak lembab
kan tadi hidung kami aman nyaman saja
namun setibanya ia
entah kenapa udara jadi menyengat
kan kami sudah bersidekap dalam shaf rapat
tapi tiap ia bergerak bagai menghembuskan uap pekat
jadilah saya, dan mungkin jemaah yang lain tak khidmat
kan tak salah jika saya melafalkan bacaan shalat
namun benak saya bekerja keras
mengalihkan impuls syaraf penciuman
kan otak bagai proyektor
saya pikir laut, maka tergambar putih buih, dan biru horison
uap asin basah dimana gen purba kita berasal
segarkan getarkan
kan otak bagai pengelana
saya pikir air terjun, maka bertualanglah ia kesana
aroma lembab humus, akar basah, dan deru air
murninya udara ledakkan dada
kan otak bagai bayi
tiba-tiba saya kangen ibu, dan rindu dalam dekapnya
odor yang cuma bisa tercium lewat peluk hangatnya
memori terawal yang bisa kuhirup
kan imam tlah mengucap salam
maka buyarlah blokade syaraf saya
hei, hidung saya tak apa
tampaknya ia pun tlah terbiasa
kan saya kemudian berdoa
Tuhan, maaf jika shalatku tak khidmat
Tuhan, terima kasih atas ke-tak-khidmat-an tadi
saya jadi lebih mensyukuri punya indera penciuman yang baik
Kau jadikan semuanya jadi lebih bermakna
Amin.
jumat gerah 15 mei 2009
© duabadai.multiply.com
usai kotbah, saatnya rapikan shaf tuk dirikan shalat
kan di sebelah saya masih ada ruang
lalu muncullah pemuda itu mengambil tempat
kan shalat sudah dimulai
ketika tercium aroma menguar
bau tak sedap ketiak lembab
kan tadi hidung kami aman nyaman saja
namun setibanya ia
entah kenapa udara jadi menyengat
kan kami sudah bersidekap dalam shaf rapat
tapi tiap ia bergerak bagai menghembuskan uap pekat
jadilah saya, dan mungkin jemaah yang lain tak khidmat
kan tak salah jika saya melafalkan bacaan shalat
namun benak saya bekerja keras
mengalihkan impuls syaraf penciuman
kan otak bagai proyektor
saya pikir laut, maka tergambar putih buih, dan biru horison
uap asin basah dimana gen purba kita berasal
segarkan getarkan
kan otak bagai pengelana
saya pikir air terjun, maka bertualanglah ia kesana
aroma lembab humus, akar basah, dan deru air
murninya udara ledakkan dada
kan otak bagai bayi
tiba-tiba saya kangen ibu, dan rindu dalam dekapnya
odor yang cuma bisa tercium lewat peluk hangatnya
memori terawal yang bisa kuhirup
kan imam tlah mengucap salam
maka buyarlah blokade syaraf saya
hei, hidung saya tak apa
tampaknya ia pun tlah terbiasa
kan saya kemudian berdoa
Tuhan, maaf jika shalatku tak khidmat
Tuhan, terima kasih atas ke-tak-khidmat-an tadi
saya jadi lebih mensyukuri punya indera penciuman yang baik
Kau jadikan semuanya jadi lebih bermakna
Amin.
jumat gerah 15 mei 2009
© duabadai.multiply.com
14.5.09
Gigit
ibu tadi bilang:
nak, waktu kalian dulu menyusu
bukan cuma hisapan susu
tapi juga
ada gigitan bakal gigi susu
aku lalu bilang:
adakah kami menggigit putingmu, ibu
ibu lantas bilang:
ada darah
sedikit tapi
aku hilang dalam benak:
gusti, bahkan sejak kami bayi
ibu sudah kami lukai
aku tersendat bilang:
maaf, ibu
ibu melambaikan tangan sambil bilang:
semua bayi begitu
aku urung mau bilang:
adakah semua suami begitu
aku lalu membayangkan bapak menggigit ibu sebagaimana aku kelak menggigit ibu anak-anakku
bukan melulu berahi melainkan kimiawi
dan aku cuma bisa bilang:
pamit, ibu
aku cium tangan ibu, lalu mengucap salam tinggalkan rumah
hari basah 14 mei 2009
© duabadai.multiply.com
nak, waktu kalian dulu menyusu
bukan cuma hisapan susu
tapi juga
ada gigitan bakal gigi susu
aku lalu bilang:
adakah kami menggigit putingmu, ibu
ibu lantas bilang:
ada darah
sedikit tapi
aku hilang dalam benak:
gusti, bahkan sejak kami bayi
ibu sudah kami lukai
aku tersendat bilang:
maaf, ibu
ibu melambaikan tangan sambil bilang:
semua bayi begitu
aku urung mau bilang:
adakah semua suami begitu
aku lalu membayangkan bapak menggigit ibu sebagaimana aku kelak menggigit ibu anak-anakku
bukan melulu berahi melainkan kimiawi
dan aku cuma bisa bilang:
pamit, ibu
aku cium tangan ibu, lalu mengucap salam tinggalkan rumah
hari basah 14 mei 2009
© duabadai.multiply.com
30.4.09
Io Non Ho Paura

| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Movies |
| Genre: | Drama |
Screammmmmmmm!
And run away for sure!
No, ini bukan film horor ataupun thriller (meski terdapat beberapa scene yang cukup menegangkan), tapi kalau boleh saya bilang adalah sebuah film drama yang diliputi misteri cantik ;p
Io Non Ho Paura (2003)
director: Gabriele Salvatores
cast: Giuseppe Cristiano as Michele
Mattia di Pierro as Filippo
Dino Abbrescia
Diego Abatantuono
Aitana Sánchez-Gijón
language: Italian
runtime: 108'
Film Italia ini diproduksi tahun 2003 dan beredar secara internasional dengan judul I'm Not Scared. Dibesut oleh Gabriele Salvatores (pernah mendapat piala Oscar lewat filmnya Mediterraneo dalam kategori Best Foreign Film di tahun 1991), film ini adalah adaptasi dari novel berjudul sama karya Niccolo Ammaniti.

Io Non Ho Paura memaparkan kerasnya kehidupan lewat pandangan seorang bocah. Mengambil setting sebuah desa terpencil di Italia selatan, pada akhir masa 1970-an, adegan didominasi oleh padang ilalang menguning, dengan langit biru dan awan berarak. Kemana kau memandang hanya perbukitan keemasan nan bergelombang. You can feel the heat. You can feel the emptiness. Strange but beautiful.
Michele adalah bocah 9 tahun yang penuh rasa ingin tahu. Suatu ketika, seusai bermain di sebuah gudang tua, Michele mendapati kacamata adiknya tergeletak di onggokan jerami.
Ternyata Michele mendapati kejutan lain di balik tumpukan jerami tsb. Apakah itu?

Ketegangan mulai merambat ketika lambat laun Michele mulai mengungkap apa dan siapa di balik penemuan misteriusnya tsb.
Yang menarik, film ini sama sekali jauh dari sosok heroik sang tokoh utama. Michele, dalam hal ini, lebih bersikap sebagai bocah yang penuh ingin tahu, bocah kesepian yang tak sungkan menjalin pertemanan dengan sosok asing yang menarik hatinya, bocah yang lugu dan tak tahu kejamnya hidup.
Menonton film ini seperti menyaksikan kepingan puzzle yang satu persatu disusun membentuk sebuah pola, yang bakal membuat penonton terhenyak.
Ah, jika saja sutradara mengeksekusi adegan menjelang akhir film dengan lebih dramatis, saya jamin semua penonton bakal berlinang airmata berderai-derai.
Film ini pun diakhiri dengan ending yang menggantung bagi saya: adakah yang mati? Tapi walau bagaimanapun saya bertepuk tangan puas, because I hate happy endings in movies.

Sebagai tambahan, permainan para aktor pendukung (terutama aktor kanak-kanak) dalam film ini sungguhlah menawan hati. Giuseppe Cristiano, pemeran Michele, bisa dibilang sangat berbakat, dan sungguh tampan. Entahlah, namun saya melihat sutradara sedikit berlebih dalam mengekploitasi tubuh Giuseppe dalam balutan pakaian dalam. Jangan lupakan pula peran ibu Michele yang demikian seksoy geboy. Beuh!
Dan siapa sangka jika peran anak lelaki berambut pirang platina dan berwajah malaikat, Filippo, ternyata diperankan oleh aktris belia, Mattia di Pierro.Overall, inilah film yang wajib masuk daftar koleksi saya :)
Subscribe to:
Posts (Atom)